20 October 2011
Ketika Presiden SBY mengumumkan reshuffle kabinet Selasa malam kemarin, secara gmblang beliau menyebutkan pula alasan mengapa mengangkat menteri ini atau wakil menteri ini dan mengapa menggesernya ke pos kementerian lain. Namun jika dicermati, Presiden tidak mengungkapkan alasan dirinya memberhentikan beberapa menteri selain yang sudah diketahui oleh media, seperti soal perselingkuhan dan poligami (Freddy Numberi dan Suharso Monoarfa) atau yang sakit seperti Mustafa Abu Bakar dan juga karena sorotan publik yang besar atas ketidak mampuan Menkum dan HAM, Patrialis Akbar, menangani maraknya berbagai kasus di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan Fadel Muhammad, menteri Kelautan dan Perikanan yang turut juga dicopot tanpa adanya pengungkapan alasan yang bahkan hingga terakhir pergantian tidak diketahui media?
Saya bukan mau membela Fadel, tak ada kepentingan apapun, namun menarik sebab hanya Fadel yang tidak diketahu alasannya dicopot. Bahkan diketahui bahwa pencopotan Fadel dilakukan last minute, beberapa jam sebelum reshuffle diumumkan. Adalah tak terbantahkan jika hak mencopot menteri adalah hak preogratif Presiden. Setidaknya itu menurut UU. Namun, tidak menurut fakta politik yang terjadi dimana Presiden tetap “perlu” mendiskusikan pergantian ini kepada setiap parpol yang menyokong koalisi di pemerintahannya.
Dengan kondisi hubungan politik seperti ini, maka dipastikan bahwa pertarungan emosi untuk melaksanakan reshuffle kabinet bukan hanya didalam diri pribadi Presiden. Akan tetapi juga didalam diskusi-diskusi politik antara Presiden dengan Pemimpin parpol koalisi. Nah, bagaimanakah perdebatan reshuffle tersebut berlangsung, hanya Tuhan, Presiden dan mereka saja yang tahu.
Kebingungan Fadel bisa juga dianggap wajar dengan ketertutupan informasi seperti ini. Menjadi wajar pula jika publik dan banyak kalangan menduga-duga apa yang sedang terjadi di antara mereka bertiga, yakni Presiden, Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakri dan Fadel Muhammad. Ada yang menduga jika Fadel tak mampu meningkatkan bargaining position untuk tetap mempertahankan posisinya saat ini bila dibandingkan Agung Laksono yang juga sempat mencuat akan digeser dari posisinya sebagai Menteri Kesejahteraan Rakyat. Ada pula yang menduga bahwa terjadi “konflik” antara Ical, sang Ketua Umum dengan Fadel dan itu berimbas kepada keputusan Presiden agar beliau turut menggeser posisi Fadel di Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Dugaan ini semakin berkembang luas dengan memperhatikan tanda-tanda bahwa Presiden bakal mereshuffle Fadel dari kabinet. Pembatalan Presiden menutup Sail Wakatobi – Belitong 2011 di Pulau Belitung menjadi salah satu asumsi publik atas keengganan Presiden untuk bertemu Fadel. Lalu, disaat Fadel ingin bertemu Presiden sehari sebelum reshuffle untuk melaporkan kerjanya selama ini, nihil alias tak juga bisa untuk bertemu.
Namun, sekali lagi kita hanya bisa menduga-duga. Apa yang sebenarnya terjadi hingga sekarang tetap menjadi rahasia yang hanya diketahui oleh mereka. Namun, bukankah lebih baik Presiden berkata jujur tentang alasan terhadap seluruh menteri yang dicopot dari jabatannya. Dengan begitu publik akan merasa percaya bahwa reshuffle benar-benar dilakukan atas dasar kebutuhan akan memperbaiki kondisi bangsa dan bukan karena persoalan politik semata. Bukankah negeri ini rakyat yang punya?
Bismillahirrohmaanirrohiiim.
Alhamdulillaahi robbil a’aalaamiiin
Allaah SWT Rabb-nya manusia,
Raja-nya manusia,
Sembahan-nya manusia.
Tempat bergantungnya seluruh makhluk.
Setiap yang bernyawa akan mengalami kematian.
Segala sesuatu akan mengalami kehancuran.
Hanya Allaah SWT yang Kekal.
Barangsiapa yang berbuat kebaikan sebesar biji sawi (debu) maka dia akan dibalas kebaikannya dan sebaliknya barang siapa yang berbuat kejahatan maka dia akan dibalas kejahatannya.
Setiap diri adalah pemimpin, maka dia akan ditanya tentang kepemimpinannya.
Untuk setiap diri ada pertanggungjawaban, apalagi pemimpin negara yang mengepalai sekitar 240 juta orang ?
Presiden sekarang ini dipilih secara langsung oleh rakyat. Karena sebagian besar penduduk Indonesia masih miskin maka rakyat miskinlah yang menaikan beliau menjadi presiden. berarti presiden ini harus mempertanggungjawabankan kepemimpinannya terhadap si miskin dan juga kepada sang Maha Segalanya yaitu Allaah SWT sehingga dalam segala tindakannya harus benar-benar profesional dan bertanggung jawab.
Di antara langkah awal seorang presiden adalah mengangkat dan memberhetikan anak buahnya/pembantunya dalam hal ini yaitu para menterinya. Di dalam rangka menjalankan pemerintahan negara ini untuk melayani rakyatnya.
Tanggung jawab pemimpin itu adalah identik dengan urusan masalah yang dihadapi oleh rakyatnya.
Jika benar pencopotan Fadel Muhammad tidak ada alasan yang haq maka tindakan Presien ini sudah dzolim. Setiap tindakan akan ada konsekwensinya jika tindakan yang dilakukannya haq maka dia akan mendapatkan balasan kebaikan dunia dan akhirat dan sebaliknya jika tidak, berarti dia akan mendapat balasan keburukan dunia dan akhirat.
Allaah SWT akan mengabulkan segala doa’ yang memintanya dan Allaah SWT juga akan mempercepat terkabulnya doa’ orang yang shaum/berpuasa dan orang yang telah didzolimi.
Jika urusan dengan si miskin dan lain-lainya kita bisa menggelak dan berpura-pura tapi urusan dengan Allaah SWT tidak bisa karena Allaah SWT Maha Mengetahui.
Allaah SWT berfirman :
” Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa pastilah kami akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi tetapi mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami maka Kami siksa mereka karena perbuatannya “.
(Al A’raf : 96)
Jika penduduk suatu negeri disiksa karena tidak beriman dan bertaqwa,
apalagi pemimpinnya pasti disiksanya lebih berat (dahsyat).
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allaah SWT sebagai Pemilik, Pemelihara jagat raya ini agar kita terhindar dari siksa dunia dan akhirat.
Marilah para pemimpin dan bangsa Indonesia untuk selalu instropeksi diri dan bertaubat kepada Allaah SWT agar bencana alam yang bertubi-tubi dan bencana kebobrokan moral bangsa di segala lapisan masyarakat ini dapat dihindari. Aamiiin